Sabtu, 19 April 2014

ROAD TO KOREA (part 1)


gambar diambil dari road nowhere

Mungkin banyak orang yang gila sekali dengan hal-hal yang berbau Korea. Mulai dari K-POP, drama, budaya, bahasa, dan tentu saja artis korea yang bening-bening. Tak heran jika beberapa teman kayaknya pada pengen banget tuh ke Korea. Malah ada juga yang bikin tabungan tiap bulan dengan konsep arisan jadi tiap bulan semua orang harus berkomitmen untuk menabung minimal berapa rupiah gitu, saking niatnya. Saya sendiri ga terlalu pengen-pengen amat ke sana, tapi ya kalo dikasih kesempatan ga nolak (hehe…). 

Tahun ini memang aku ingin bisa ke luar negeri lagi, mengunjungi Negara yang belum pernah aku jajah. Aku juga ada janji yang belum terpenuhi yaitu mempresentasikan penelitian skripsi di ajang konferensi International. Waktu itu bossku lagi ke Jerman untuk konferensi, yapp jadi banyak waktu kosong. Akhirnya searching-searching info konferensi yang kira-kira cocok untuk penelitian skripsiku. Dan ketemulah konferensi global health di Sri Lanka dengan deadline 14 Februari. Setelah abstrak jadi sesuai dengan format yang diminta, tanggal 12 Februari aku kirimlah tuhh abstrak. Iseng-iseng cari di mbah google dan dapatlah info konferensi “Asia Pasific Conference on Public Health (APCPH)” di Korea ini. Hmmm… mata langsung terbelalak liat ada scholarship yang ditawarkan untuk sekitar 50 peserta dengan kategori awards A, B, sampai C. Award A akan mendapat uang 300 USD, free biaya konferensi, dan akomodasi 2 malam ditanggung. Award B mendapat free biaya konferensi, dan akomodasi 2 malam, sedangkan award C hnaya mendapat free biaya konferensi. Hmm… lumayan. Iseng daftar ahh mumpung masih ada waktu dua hari sebelum deadline.

Dua minggu setelah submit abstrak konferensi “Global Health” Sri Lanka, hasil pun diumumkan dan benar saja aku lolos untuk mempresentasikan secara oral. Dalam hati ga terlalu seneng, biasa aja habis biaya konferensinya lumayan mahal 400 USD dan belom transport dan akomodasi di sana, ditambah pula agak ragu juga kalo misal harus melancong sendiri ke Sri Lanka. Saya masih menganggap orang-orang kulit hitam kaya India itu menyeramkan termasuk Sri Lanka (rasis sekali saya, maaf bukan bermaksud..). Masalah finansial tentu saja menjadi masalah paling rumit ketika akan mengunjungi konferensi, apalagi dengan status yang bukan lagi mahasiswa. Hmmm… karena jarak pengumuman dengan penyelenggaraan konferens masih lama, akhirnya saya memutuskan untuk menunggu pengumuman APCPH saja. Tanggal 28 Februari saya menerima dua email dari panitia APCPH, email pertama tentang Notification Abstract dan email yang kedua tentang Result Scholarship. Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh saya diterima untuk oral presentation dan sekaligus mendapat scholarship award B yaitu bebas dari biaya konferens sebesar 400 USD dan mendapat akomodasi hotel 3 hari 2 malam. Dengan dapatnya beasiswa itu saya jadi bersemangat dan bertekad untuk menghadiri konferensi tersebut. Dengan waktu hanya satu bulan saya harus mempersiapkan semuanya, dana, urusan visa, tiket dan sebagainya, waktu yang sangat singkat. (To be continue..)

Senin, 24 Maret 2014

MotoGP Qatar 2014 “Dulu Penggemar, Sekarang Rival”



Akhirnya setelah jeda selama 4 bulan, motogp 2014 pun dimulai. Seperti tahun-tahun sebelumnya seri pembuka motogp akan diadakan di sirkuit Losail Qatar. Sirkuit dengan berbagai keunikan. Pertama Losail adalah satu-satunya sirkuit tuan rumah motogp dari kawasan Timur Tengah. Karena cuaca yang ekstrem bisa mencapai lebih dari 500C dan karakteristik khasnya yaitu gurun berpasir maka akan sangat membahayakan jika dilakukan race pada siang hari, oleh karena itu Losail selalu menggelar balapan di malam hari. Losail juga menyuguhkan keindahan sirkuit dengan penerangan yang luar biasa, dengan setidaknya 3700 lampu.
Sirkuit Losail Qatar


Losail selalu menyuguhkan balapan yang sengit, di awal musim semua pembalap pasti ingin menampilkan yang terbaik di seri pembuka motogp. Jika tahun lalu (2013) Losail dikejutkan dengan podiumnya si rookie Marc Marquez, tahun ini pun masih tentang kejutan si bocah ajaib ini. Tentang duel antara penggemar dan sang idolanya, antara Marc Marquez dan The Doctor Valentino Rossi. Tahun 2013 duo rider ini terlibat dalam duel sengit. Jika tahun lalu duel dimenangkan oleh Valentino Rossi, lain halnya dengan tahun ini. Tahun ini duel yang dipertontonkan pun tidak kalah sengit, setelah sebelumnya pembalap terdepan Jorge Lorenzo jatuh di lap pertama kemudian disusul oleh jatuhnya Steven Bradl membuat balapan menyisakan Marquez di posisi pertama dan Rossi di posisi ke dua. Aksi over taking yang gila dipertontonkan. Rossi sempat mengambil alih posisi pertama, untuk kemudian diambil kembali oleh Marc Marquez dan aksi memperebutkan posisi pertama itu bertahan sampai lap terakhir. Hingga akhirnya Marquez berhasil memenangkan duel ini dengan selisih waktu hanya 0,259 detik. 
Duel Rossi vs Marquez

Senin, 24 Februari 2014

Gnothi Seauton

This is public health from whatispublichealth

Pada 15- 16 Februari 2014 saya mengikuti seminar The 3rd Indonesian Public Health Student Summit yang diselenggarakan oleh PAMI (Pergerakan Anggota Muda IAKMI). Seminar ini mengangkat tema besar “Transformasi MDGs-Post MDGs: Tinjauan Komprehensif dari Pemuda Untuk Bangsa”.  Tema yang sangat relevan untuk dibahas akhir-ahir ini, selain itu pembicara yang hadir juga sangat kompeten dan hebat. Salah satu pembicara yang saya nantikan adalah Prof. Ascobat Gani, guru besar FKM UI. Jujur saya sangat mengidolakan beliau semenjak membaca buku beliau yang berjudul “Investasi Manusia Menuju Rakyat Sejahtera”, sayang sekali selama menjadi mahasiswa saya belum pernah berkesempatan diajar langsung oleh beliau. Sosoknya yang selalu energik, keramahan, kesederhanaan dan perjuangan hidup beliau sungguh menginspirasi. Pada kesempatan kali beliau akan membahas mengenai  Manusia sebagai akselerator pencapaian pembangunan kesehatan. Saya sudah tidak sabar mendengarkan beliau menyampaikan materi. Dari sekian banyak plenary yang diselenggarakan di seminar ini, plenary ini lah yang paling saya nantikan. Dan dari sekian banyak materi yang disampaikan oleh semua pembicara, materi dari Prof. Ascobat lah yang paling berkesan. Inilah bedanya ketika seorang Professor hebat mengajar selalu memberikan value di dalamnya tidak hanya mengajarkan teori tetapi juga mberikan inspirasi. You are truly great teacher, prof. Prof. Ascobat membuka ceramahnya dengan sebuah kalimat “Gnothi Seauton” apa arti dari kata itu?. Gnothi Seauton juga berarti Know Yourself atau Kenali dirimu. Sebelum jauh membicarakan apa yang kita bisa lakukan sebagai seorang ahli kesehatan masyarakat, kenali dulu siapa kita? Siapa public health itu? Sebuah pertanyaan yang memang 2-3 bulan ini tengah menghantui saya sebagai fresh graduate.

Kamis, 13 Februari 2014

Pantai di Balik Bukit " Menganti"


Pantai Menganti akhir-akhir ini cukup mendapat sorotan di dunia maya, bahkan menjadi hot thread di Kaskus. Pantai Menganti terletak di desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Pantainya yang putih menjadi salah satu daya tarik, namun yang menjadi sangat special dari pantai ini adalah panoramanya yang indah dimana pantai ini di kelilingi oleh bukit dan tebing. Jika teman-teman pernah nonton The Hobbit pasti ingat lokasi syuting di pantai yang dikelilingi lembah hijau berpantai dan tebing tinggi di Selandia Baru yang pasti bikin ngiler pengen kesana ya seindah itulah Pantai Menganti. Jadi tak perlu jauh-jauh ke Selandia Baru, datang saja ke Kebumen.
Pantainya The Hobbit di Selandia Baru

Pantai Menganti, di Kebumen, Indonesia

Sabtu, 18 Januari 2014

RINDU MENJADI MAHASISWA


gambar diambil dari catharsis

Baru satu semester melepas title mahasiswa, dan rasanya masih belom bisa move onnnnn. Setiap hari kamis sebenarnya saya masih menyambangi kampus ungu tercinta, untuk ngasdos dan itu salah satu tujuan kenapa masih pengen ngasdos, ya karena belom bisa move on dari kampus hasyeeekkkk… Dua bulan terakhir ini saya sudah mulai mengikatkan (???) diri bekerja sebagai asisten peneliti di RS Kanker Dharmais. Jobdesk yang dikerjakan sebenarnya juga tidak jauh beda dengan kerjaan sebagai mahasiswa, apalagi ranah penelitian yang digeluti sekarang sedikit berbeda dari ranah semasa kuliah. Sekarang lebih banyak belajar mengenai kedokteran dan klinis, jadi ya harus banyak belajar juga.. Sebenarnya saya juga sudah cukup enjoy dengan yang saya kerjakan sekarang. Tapi saya tetap rindu menjadi mahasiswa. 

Jumat, 17 Januari 2014

REKAM JEJAK TAHUN 2013…



Tahun 2013 sudah 2 pekan berlalu, terlalu terlambat memang untuk menuliskan ini. Tentang rekam jejak kehidupan kita di tahun 2013. Sebenarnya ingin menuliskan ini tepat di awal tahun 2013, tapi baru terealisasi sekarang. Tahun 2013 bagiku adalah tahun yang penuh dengan sesuatu yang baru, banyak hal yang memang baru pertama kalinya saya lakukan. Let’s check this out!

Januari 2013
Awal tahun yang sangat amazing. Diawali dengan pengalaman pertama pergi ke luar pulau Jawa pada tanggal 21 Januari ke Medan. Saat itu juga sebenarnya untuk pertama kalinya saya naik pesawat. Sebenarnya di Medan hanya untuk transit saja untuk perjalanan Jakarta-Thailand. Namun, karena jeda untuk penerbangan ke Thailand cukup lama dari jam 07.30 sampai jam 13.00 maka kami putuskan untuk tour de city di sekitaran Bandara Polonia dan kota Medan. Dalam waktu lima jam tersebut saya dan 2 teman saya dita dan affan berhasil mengunjungi icon-icon Medan yaitu Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun, Meriam menangis dan Durian House.

Setelah untuk pertama kalinya pergi ke luar Pulau Jawa kemudian berlanjut ke luar negeri. Saya pernah menuliskan satu mimpi sebelum lulus kuliah harus pernah pergi ke luar negeri. Dan Alhamdulillah kesempatan itu datang. Thailand adalah negara pertama yang saya kunjungani. Tujuan utama kesana adalah untuk mengikuti konferensi tentang Women health and unsafe abortion pada tanggal 22-25 Januari. Pada konferensi itu pula untuk pertama kalinya saya mendapat kesempatan untuk mempresentasikan paper saya yang berjudul “ The Relationship Between Gender Inequality with Increased Risk of Morbidity and Mortality HIV-AIDS on Housewife Group in Indonesia”. Presentasi tersebut adalah presentasi International pertama saya.  Itu juga merupakan salah satu mimpi saya sebelum lulus yaitu presentasi di acara konferensi International, dan Alhamdulillah juga sudah tercapai di tahun 2013, di tahun terakhir kuliah. Di Thailand itu juga untuk pertama kalinya saya merayakan ulang tahun ke-22 di luar negeri. Seperti kado terindah saat itu. Perjalanan dari Thailand berlanjut ke Malaysia pada tanggal 27 Januari 2013 dan Malaysia menjadi negara kedua yang saya kunjungi. Banyak cerita perjalanan yang penuh drama, penuh tragedy (alahhh lebay) tapi alhamdulilllah tetap menyenangkan kalo dikenang. Mulai dari 2 hari tidur di Bandara gara-gara uang menipis sebenarnya masih cukup tapi semua berubah karena affan awal kehilangan satu tas kecil yang berisi semua dokumen penting dan uang. Alhasil ya kita semua patungan untuk mengurus dokumen penting seperti passport, surat jalan untuk kembali ke Indonesia, dan biaya hidup selama di Malaysia. Kehilangan dokumen, apalagi passport di negeri orang itu fatal. Tapi cerita itu menjadi sangat mengesankan meskipun juga mengenaskan. Januari 2013 menjadi bulan penuh adventure. Alhamdulillah. 

Minggu, 24 November 2013

We are “Running Man” (Graduatrip day 1)



11 september 2013, tanggal yang sudah kami tunggu dan impikan sejak satu tahun yang lalu akhirnya datang juga. Yapp this day is graduatrip time. Graduatrip kepanjangan dari graduation trip yang merupakan travelling pasca wisuda bersama 8 orang yaitu saya, ayu, dewi, sinta, dita, silvi, juned, dan mba kiki. Tiket sudah kami beli satu tahun yang lalu, awalnya rencana graduatrip ini ide dari geng magang BKKBN (saya, ayu, dewi dan juned), waktu itu sedang ada tiket promo dari AirAsia. Namanya aja tiket promo, pasti yang memburu tiket ini banyak. Karena takut kehabisan, kami langsung aja ambil langkah cepat untuk segera booking, bahkan ga sempet ngasih tahu teman-teman yang lain, hanya dita aja yang kami ajak,karena waktu itu terlintas namanya, selain itu dita orangnya suka diajak main dan cepat ambil keputusan. Yapp akhirnya 5 tiket tujuan Malaysia sudah kami dapatkan hanya dengan Rp.338.000,00 untuk tiket PP. Sebenarnya pengen banget ajak semua anak biost, tapi yang sudah-sudah kalo mengajak semua terlalu banyak yang galau, terlalu banyak yang kasih pendapat, hmmm dan pada akhirnya gagal. Setelah kami booking tiket itu sebenarnya kami pun kasih info ke teman-teman yang lain barangkali ada yang mau gabung. Tapi hasilnya nihil. Beberapa bulan berikutnya silvi dan sinta booking tiket juga dengan tujuan yang sama, tapi karena ga berkoordinasi dengan saya yang bertanggung jawab booking tiket jadilah mereka booking untuk keberangkatan 11 september pukul 06.30 dan pulang 18 september, sedangkan tiket yang sudah kami beli untuk 11 september pukul 11.00 dan pulang 17 september. Rombongan ternyata bertambah ada mba kiki (saudaranya ayu), tika dan itsna dengan tiket keberangkatan 11 september pukul 20.00. Namun, pada akhirnya cuma mba kiki aja yang berangkat.