Sabtu, 05 Juli 2014

My Wonderful Trip Seoul (Part 1)



Backpackeran itu bikin nagih, serius.. Dan ini adalah kali kedua saya backpackeran setelah sebelumnya backpackeran pasca wisuda yang kami (saya dan teman-teman kampus) sebut dengan Graduatrip “Graduation Trip” ke Malaysia-Thailand-Singapore and the next destination is Vietnam-Seoul. Tujuan backpacker kali ini sebenarnya adalah untuk menghadiri konferensi The 5th APCPH “Asia Pasific Conference of Public Health”di Seoul, Korea Selatan, sambil menyelam minum air lah. Conference sebenarnya hanya diselenggarakan dalam dua hari yaitu 10-11 April 2014 tapi saya sengaja membeli tiket PP untuk tanggal 7- 14 April, hehe ini mah banyak jalan-jalannya daripada conference-nya.. Perjalanan akan di mulai pada tanggal 7 April dengan melalui jalur Jakarta-Singapore menggunakan Jetstar kemudian Singapore-Hanoi menggunakan Vietnam Airlines dan menginap semalam di Hanoi. (baca juga Transit semalam di Hanoi). Baru keesokan harinya saya melanjutkan perjalanan Hanoi-Seoul dengan maskapai Vietnam Airlines juga sehingga kita akan sampai di Seoul tanggal 8 April 2014.

Jujur ini adalah backpacker pertama saya di mana saya benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya sendiri mulai dari akomodasi, transportasi, budgeting, dan the most important itinerary atau rencana perjalanan. Tapi dengan seperti ini, justru feel of travelling-nya lebih terasa, karena kita benar-benar memutar otak untuk bagaimana agar kita tidak sampai hilang, dan tidak bingung ketika sudah di negeri orang. Maka menjadi suatu kewajiban untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai negara yang akan kita kunjungi mulai dari system transportasi, tempat mana yang ingin dikunjungi, bagaimana cara ke suatu tempat, berapa biaya makan, mau menginap di hostel mana, apa budaya negara tersebut, sampai hal lebih detail kapan waktu sholat dan arah kiblat. Berikut beberapa hal yang bisa saya bagi untuk bekal teman-teman ke Seoul.

Hostel/Hotel
Selama 7 hari di Seoul saya menginap di dua tempat berbeda. Ketika mengikuti conference saya menginap di 37.2 Films Hotel yang berada di kota Seoul. Heh.. untuk kali ini Alhamdulillah bisa menginap di hotel karena saya mendapat scholarship di mana salah satunya saya gratis menginap 3 hari 2 malam di hotel.  Hotelnya ga terlalu besar, yaa hotel bintang 3-4an lah.. Letakya cukup strategis, dekat dengan Olympic Park, taman yang dibuat untuk memperingati even Olimpiade yang pernah diselenggarakan di Seoul pada tahun 1988. Transportasi ke sana cukup mudah, naik subway jalur 8 turun di stasiun Mongchontoseong dan keluar exit 1. Letaknya ada di balik gedung java apa gitu saya lupa persis namanya. Untuk masalah harga saya tidak tahu, karena saya dapat gretongan.

Yang kedua saya menginap di Itaewon Hostel. Ini adalah hostel backpacker, harga per malamnya cukup murah, waktu itu saya dapat 10.000/malam. Saran saya booking jauh-jauh hari karena ternyata harganya beda kalo kita booking di hari H. Kamarnya pasti sharing room dengan 6-8 bed, wifi pasti ada cuma ga disediakan breakfast dan minum. Letaknya juga sangat strategis, bagi yang muslim, Itaewon adalah kawasan muslim jadi ga bingung kalo mau cari makanan halal cuma ya hmmmm mahal gila harganya, dekat dengan Masjid Itaewon, masjid terbesar di Seoul. Untuk menuju Itaewon hostel kita bisa naik subway jalur 6 turun di stasiun Itaweon keluar exit 4 nah di situ ada pertigaan, ambil jalan depan Hotel Hamilton. Jalan kira-kira 15 menit, letak hostel ada di sebelah kiri jalan tapi harus jeli lihatnya karena ga ada plang gede yang bertuliskan Itaewon hostel.

Itinerary
Yapp ini adalah itinerary yang sudah saya buat meskipun ada beberapa hal yang tidak saya kunjungi dan lakukan. Let’s check this out.

Hari 1 Senin, 7 April à Transit Hanoi and Hanoi trip
Waktu
List to do
Transport and Note
Budget
18.00
Tiba di Bandara Noi Bai



Old Town Quarter
Public bus (no luggage & before 21:00 only): first you get bus No. 7 (yellow & red color) VND 5,000 from Noi Bai airport to Cau Giay, then change into bus No. 9 (VND 3,000) from Cau Giay to Bo Ho (Hoan Kiem lake in Hanoi center).
Vietnam airlines bus from airport to Quang Trung Street 40.000 VND
8000 VND




40.000 VND
19.30
Tiba di M Hostel
Letakin barang, mandi, makan
40.000
20.00
Hanoi Water Puppet Theatre and Ngoc Son Temple
Jalan kaki 600 meter dari hostel


Opera House and Ho Chi Minh Museum
1 km dari hostel

8 April 07.00
Ke Bandara Noi Bai
Old Quarter ke Noi Bai Airport : Go to No 1 Quang Trung street, opposite Vietnamairlines booking office, there are daily buses to Noi Bai airport. The price: 2usd/ticket
40.000 VND


Biaya hostel
IDR 60.000


TOTAL BIAYA 120.000 VND dan IDR 60.000
IDR124.309

Hari 2 ( Selasa, 8 April 2014)
Waktu
List to do
Transport and Note
Budget
16.35
Tiba di Bandara Incheon
Beli T money di 7-11 store 5000 won (belom termasuk isinya)
20.000 won
17.30
Itaewon Hostel
By subway to Itaewon Station, Line 6. Depannya ada KFC. Ambil jalan sebelah kanan (yg pertigaan).
5000 won
18.30
Makan + ke masjid itaewon
Jalan kaki
3000 won
19.00
Cheonggyecheon stream (yang sungai warna-warni)
By subway line 5 to Gwanghwamun Station <- main starting point
Exit towards Cheonggyecheon Stream
Subway Line 1: City Hall Station, Jonggak Station, Jongno 3-ga Station, Jongno 5-ga Station, Dongdaemun Station, Sinseoldong Station
Line 2: Euljiro 1-ga Station, Euljiro 3-ga Station, Euljiro 4-ga Station, Sindang Station, Sangwangsibni Station
Line 3: Jongno 3-ga Station
Line 4: Dongdaemun History & Culture Park Station
1000 won
21.00
Balik ke hostel
Subway line 6 to Itaewon station
1000 won


Biaya hostel
5000 won


TOTAL BUDGET
20.000 won


Hari 3 (Rabu, 9 April 2014)
Seoul City Tour: Gyeongbokgung Palace, Museum National Folklore, Gwanghwamun Square, Makan Siang di Insadong, Namsan Hanok Village, NSeoul Tower, Teddy Bear Museum. Makan Malam di area Hongik University.
Waktu
List to do
Transport and Note
Budget
07.30
Jinhae Gunhangjae Cherry Blossom  Festival
By subway to Jihae Train station


Hello Kity Cafe
1) Get off Hongdae station Exit 5 and walk straight.
2) Turn left and walk up the street.
3) Turn at your second right.
4) Keep looking to the left. You’ll see it on its own side street eventually.


Banpo Bridge (terkenal dg atraksi rainbow fountain)
Subway, berhenti di stasiun Dongjak, dan jalan kaki mengikuti petunjuk jalan selama 15 menit.

Express Bus Terminal Station, Line 3-EXIT 8,1. Go straight for 250m and turn right at the Express Bus Terminal 4-way insection. Continue going straight for 400m and cross the road. Go straight through the underpass to arrive at Banpo Hangang Park or Dongjak Station, Line 4 EXIT 1,2


Explore itaewon, ke masjid itaewon,  makan Korean food at Murree Restaurant
Subway line 6 to Itaewon station


Hari 4 (Kamis, 10 April 2014)
Waktu
List to do
Transport and Note
Budget
07.30
Makan pagi dan siap2

5000
08.00
Berangkat ke Seoul Parktel Hotel, check-in, social program dan gala diner


5000 won



The Film 37.2 Hotel.
1 min away from Mongchontoseng station (line 8) by foot.


PRE-CONFERENCE DAY




TOTAL BUDGET
15.000 won

Hari 5 (Jumat, 11 April 2014)
Waktu
List to do
Transport and Note
Budget
08.00 – 13.00
CONFERENCE

0
13.00
Explore seoul parktel hotel
walking
0
20.00 -21.30
Seoul city night tour
By subway line 5 to Gwanghwamun Station <- main starting point

Tickets can be purchased from the tour guide upon boarding the bus or at the ticket box next to the Koreana Hotel in Gwanghwamun.
5000 won


5000 won

Insadong (cari oleh2)



Makan 2x

10.000 won


TOTAL BUDGET
20.000 won

Hari 6 (Sabtu, 12 April 2014)
Waktu
List to do
Transport and Note
Budget
07.30
Makan pagi dan siap2

1000 won

Bukchanok Hanok Village 
Tiket masuk 1000 won.
Desa rumah tradisional korea terletak di area Bukchon, di antara istana Gyeokbukgung dan kuil Jongmyo Royal Shrine.

naik subway jalur 3, turun stasiun Jongno
naik subway jalur 4, turun di stasiun Hyehwa, keluar pintu 4

1000 won
5000 won

Gyeongbokgung Palace/Gwanghwamun Square/samcheongdong/insadong, Cheonggyecheon Stream 
Naik subway line/jalur 3, turun di stasiun Gyeokkbokgung, keluar pintu 5, jalan 5 menit menuju istana
Naik jalur 2, turun stasiun Ganghwamun, keluar pintu 2 jalan 5 menit menuju istana


Namsangol Hanok Village.
Tiket masuk GRATIS. Dekat namsam tower
Transportasi: naik subway jalur 3 atau 4 turun di Chungmuro station



Namsam Seoul Tower
Tiket masuk 8000 won, jangan lupa ke love pad lock. Ada jg teddy bear museum (namsam+teddy 14.000 won).

Ke insadong market juga


Cable car (pkl 10.00-22.30): naik subway jalur 4, berhenti stasiun Myeongdong lalu keluar pintu 3 sekitar 10 menit menanjak menuju Hotel Pasific untuk sampai ke stasiun cable car.
Naik seoul city tour bus, ada setiap 30 menit
Naik subway line 3 atau 4, turun stasiun Chungmuro. Keluar melalui pintu exit 2 lalu naik namsan shuttle bus yang ada di depan Daehan cinema


Balik hostel




Makan 2x
8000 won


Biaya hostel
5000 won


TOTAL BUDGET



Hari 7 (Minggu, 13 April 2014)
Waktu
List to do
Transport and Note
Budget

Nami Island trip
Gunakan shuttle bus Naminara. Ada dua tempat di mana kita bisa menemukan shuttle bus ini, yakni Insa-dong (di sebelah Tapgol Park) dan di Jamsil. Bus berangkat pukul 09.30 pagi dari masing-masing tempat tersebut dan hanya satu kali keberangkatan setiap harinya. Jadi pastikan untuk memesan terlebih dahulu (bisa melalui email ke namibus@naminara.com). Harga tiket sekitar 23.000 won (sekitar Rp206.000) untuk perjalanan pulang-pergi dan “visa” untuk Pulau Nami.
Gunakan ITX (Intercity Train Xpress), kereta ekspres yang menghubungkan Seoul dengan Cheongchun. Dari Seoul bisa berangkat dari Yongsan atau stasiun Cheongyangni dan berhenti di stasiun Gapyeong (merupakan stasiun kereta terdekat dengan Gapyeong Wharf untuk menuju Pulau Nami). Dari stasiun Gapyeong dilanjutkan dengan taksi dengan ongkos sekitar 3.000-4.000 won saja ke Gapyeong Wharf.
take train from Cheongyangni Station to Gapyeong Station, then take taxi to nami seom to take ferry


Dongdaemun market (pusat fashion tp lbh murah)
Seoul Subway Line 2 - Dongdaemun Station (EXIT 1/14) atau Line 4 - Dongdaemun Station (EXIT 2/3


 Semoga membantu teman-teman yang ingin backpacker ke Seoul. To be continue yaa...

Transit Semalam di Hanoi



Let’s travelling again.. Yeahh. Perjalanan kali ini meskipun tujuan utama adalah Korea, namun untuk ke sana saya harus transit terlebih dahulu di Singapore dan Vietnam. Saya pun sengaja mengatur waktu seharian untuk transit di Hanoi, Vietnam. Biar setidaknya saya bisa memasukkan nama Vietnam sebagai negara yang sudah saya kunjungi. Alasan kedua sebenarnya karena saya ingin mengunjungi seorang teman asli Vietnam yang tinggal di Hanoi, namun sayang takdir tak mengijinkan kita bertemu karena dia sedang mengikuti program internship di Romania.  Here the story about transit one day in Hanoi..

Dua bulan yang lalu, tiba-tiba Vietnam muncul sebagai negara yang ingin saya kunjungi. Alasannya simple setelah baca-baca blog orang katanya lalu lintas di Vietnam riwehnya kaya Jakarta, lebih buruk mungkin. Saya penasaran dengan itu, hahahaha... Dan ternyata semesta mendukung, tiket termurah yang saya dapat memang harus transit terlebih dahulu di Hanoi. Saya akan transit tepatnya dari jam 18.00 landing di Bandara Noi Bai, Hanoi dan akan terbang lagi jam 10.00 pagi dari bandara yang sama. Vietnam juga menjadi salah satu negara yang perlu diwaspadai, dan jujur agak sedikit ada ketakutan meskipun saya sudah cukup banyak mengumpulkan informasi. Dalam perjalanan transit satu malam di Hanoi ini saya ingin mengunjungi beberapa icon Hanoi seperti Hoan Kiem Lake, Hanoi Water Puppet Theatre and Ngoc Son Temple dan Opera House. Di Vietnam saya akan menginap di M Hostel, hostel backpacker dengan harga 10 USD semalam untuk dua orang, jadi satu orang hanya membayar 5 USD. Murah sekali karena sudah termasuk breakfast, wifi, water drink, lengkap dengan peralatan mandi dan handuk. Kamarnya juga bukan sharing room. Cuma sayang sprei dan bantalnya agak bauuu.. Letaknya cukup strategis dan dekat dengan tujuan wisata yang ingin saya kunjungi itu yang penting. 
kamar di M Hostel

Minggu, 20 April 2014

ROAD TO KOREA (part 2) - Tentang Memperjuangkan Mimpi -



Gambar diambil dari make it happen

Mungkin ketika orang melihat foto-foto ketika di Korea banyak yang bilang “wahh senangnya bisa jalan-jalan ke Korea, dsb… “ Yapp, senang memang apalagi bisa sampai sana dengan perjuangan dan kenekatan, terasa lebih manis dan berkesan tentunya. Untuk orang biasa seperti saya, yang tidak punya banyak uang bisa sampai Korea merupakan kebanggaan tersendiri. Terkadang saya berpikir bahwa kerennya mahasiswa yang bisa jalan-jalan sambil konferensi di luar negeri adalah kenekatan dan perjuangannya bisa sampai sana. Untuk bisa konferensi sambil jalan-jalan butuh uang yang gede, untuk bisa masuk ke konferensi saja registrasinya 400 USD sendiri sekalipun kita salah satu presenter di sana dan biaya itu pure untuk konferensi saja ya, tidak termasuk akomodasi (tiket, hotel, transport, makan dll). 

Masalah finansial tentu saja menjadi masalah yang cukup rumit bagi saya. Biaya yang dikeluarkan untuk ke korea minimal sekali saya harus punya uang 8 juta, syukur Alhamdulillah karena saya mendapat scholarship sehingga biaya registrasi conference gratis. Waktu itu saya ada uang di tabungan hanya sekitar 6 juta pun itu belum untuk biaya hidup selama sebulan di Depok. Sedikit ada keraguan untuk berangkat kala itu, tapi saya tidak mau menyerah begitu saja, saya akan mengusahakan semaksimal mungkin, InsyaAlloh ada jalan jika kita mau mengusahakan. Setidaknya ketika kita mengusahakan akan ada dua pilihan sukses atau gagal, jika kita hanya berdiam diri kita cuma punya satu pilihan gagal. Sejak saat itu tidur saya menjadi tidak nyenyak, karena harus mengurus banyak hal. Tiket, cari sponsor, itinerary, mempersiapkan presentasi dll. Dengan waktu yang tersisa hanya sebulan, saya harus bergerak cepat.

Sabtu, 19 April 2014

ROAD TO KOREA (part 1)


gambar diambil dari road nowhere

Mungkin banyak orang yang gila sekali dengan hal-hal yang berbau Korea. Mulai dari K-POP, drama, budaya, bahasa, dan tentu saja artis korea yang bening-bening. Tak heran jika beberapa teman kayaknya pada pengen banget tuh ke Korea. Malah ada juga yang bikin tabungan tiap bulan dengan konsep arisan jadi tiap bulan semua orang harus berkomitmen untuk menabung minimal berapa rupiah gitu, saking niatnya. Saya sendiri ga terlalu pengen-pengen amat ke sana, tapi ya kalo dikasih kesempatan ga nolak (hehe…). 

Tahun ini memang aku ingin bisa ke luar negeri lagi, mengunjungi Negara yang belum pernah aku jajah. Aku juga ada janji yang belum terpenuhi yaitu mempresentasikan penelitian skripsi di ajang konferensi International. Waktu itu bossku lagi ke Jerman untuk konferensi, yapp jadi banyak waktu kosong. Akhirnya searching-searching info konferensi yang kira-kira cocok untuk penelitian skripsiku. Dan ketemulah konferensi global health di Sri Lanka dengan deadline 14 Februari. Setelah abstrak jadi sesuai dengan format yang diminta, tanggal 12 Februari aku kirimlah tuhh abstrak. Iseng-iseng cari di mbah google dan dapatlah info konferensi “Asia Pasific Conference on Public Health (APCPH)” di Korea ini. Hmmm… mata langsung terbelalak liat ada scholarship yang ditawarkan untuk sekitar 50 peserta dengan kategori awards A, B, sampai C. Award A akan mendapat uang 300 USD, free biaya konferensi, dan akomodasi 2 malam ditanggung. Award B mendapat free biaya konferensi, dan akomodasi 2 malam, sedangkan award C hnaya mendapat free biaya konferensi. Hmm… lumayan. Iseng daftar ahh mumpung masih ada waktu dua hari sebelum deadline.

Dua minggu setelah submit abstrak konferensi “Global Health” Sri Lanka, hasil pun diumumkan dan benar saja aku lolos untuk mempresentasikan secara oral. Dalam hati ga terlalu seneng, biasa aja habis biaya konferensinya lumayan mahal 400 USD dan belom transport dan akomodasi di sana, ditambah pula agak ragu juga kalo misal harus melancong sendiri ke Sri Lanka. Saya masih menganggap orang-orang kulit hitam kaya India itu menyeramkan termasuk Sri Lanka (rasis sekali saya, maaf bukan bermaksud..). Masalah finansial tentu saja menjadi masalah paling rumit ketika akan mengunjungi konferensi, apalagi dengan status yang bukan lagi mahasiswa. Hmmm… karena jarak pengumuman dengan penyelenggaraan konferens masih lama, akhirnya saya memutuskan untuk menunggu pengumuman APCPH saja. Tanggal 28 Februari saya menerima dua email dari panitia APCPH, email pertama tentang Notification Abstract dan email yang kedua tentang Result Scholarship. Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh saya diterima untuk oral presentation dan sekaligus mendapat scholarship award B yaitu bebas dari biaya konferens sebesar 400 USD dan mendapat akomodasi hotel 3 hari 2 malam. Dengan dapatnya beasiswa itu saya jadi bersemangat dan bertekad untuk menghadiri konferensi tersebut. Dengan waktu hanya satu bulan saya harus mempersiapkan semuanya, dana, urusan visa, tiket dan sebagainya, waktu yang sangat singkat. (To be continue..)

Senin, 24 Maret 2014

MotoGP Qatar 2014 “Dulu Penggemar, Sekarang Rival”



Akhirnya setelah jeda selama 4 bulan, motogp 2014 pun dimulai. Seperti tahun-tahun sebelumnya seri pembuka motogp akan diadakan di sirkuit Losail Qatar. Sirkuit dengan berbagai keunikan. Pertama Losail adalah satu-satunya sirkuit tuan rumah motogp dari kawasan Timur Tengah. Karena cuaca yang ekstrem bisa mencapai lebih dari 500C dan karakteristik khasnya yaitu gurun berpasir maka akan sangat membahayakan jika dilakukan race pada siang hari, oleh karena itu Losail selalu menggelar balapan di malam hari. Losail juga menyuguhkan keindahan sirkuit dengan penerangan yang luar biasa, dengan setidaknya 3700 lampu.
Sirkuit Losail Qatar


Losail selalu menyuguhkan balapan yang sengit, di awal musim semua pembalap pasti ingin menampilkan yang terbaik di seri pembuka motogp. Jika tahun lalu (2013) Losail dikejutkan dengan podiumnya si rookie Marc Marquez, tahun ini pun masih tentang kejutan si bocah ajaib ini. Tentang duel antara penggemar dan sang idolanya, antara Marc Marquez dan The Doctor Valentino Rossi. Tahun 2013 duo rider ini terlibat dalam duel sengit. Jika tahun lalu duel dimenangkan oleh Valentino Rossi, lain halnya dengan tahun ini. Tahun ini duel yang dipertontonkan pun tidak kalah sengit, setelah sebelumnya pembalap terdepan Jorge Lorenzo jatuh di lap pertama kemudian disusul oleh jatuhnya Steven Bradl membuat balapan menyisakan Marquez di posisi pertama dan Rossi di posisi ke dua. Aksi over taking yang gila dipertontonkan. Rossi sempat mengambil alih posisi pertama, untuk kemudian diambil kembali oleh Marc Marquez dan aksi memperebutkan posisi pertama itu bertahan sampai lap terakhir. Hingga akhirnya Marquez berhasil memenangkan duel ini dengan selisih waktu hanya 0,259 detik. 
Duel Rossi vs Marquez

Senin, 24 Februari 2014

Gnothi Seauton

This is public health from whatispublichealth

Pada 15- 16 Februari 2014 saya mengikuti seminar The 3rd Indonesian Public Health Student Summit yang diselenggarakan oleh PAMI (Pergerakan Anggota Muda IAKMI). Seminar ini mengangkat tema besar “Transformasi MDGs-Post MDGs: Tinjauan Komprehensif dari Pemuda Untuk Bangsa”.  Tema yang sangat relevan untuk dibahas akhir-ahir ini, selain itu pembicara yang hadir juga sangat kompeten dan hebat. Salah satu pembicara yang saya nantikan adalah Prof. Ascobat Gani, guru besar FKM UI. Jujur saya sangat mengidolakan beliau semenjak membaca buku beliau yang berjudul “Investasi Manusia Menuju Rakyat Sejahtera”, sayang sekali selama menjadi mahasiswa saya belum pernah berkesempatan diajar langsung oleh beliau. Sosoknya yang selalu energik, keramahan, kesederhanaan dan perjuangan hidup beliau sungguh menginspirasi. Pada kesempatan kali beliau akan membahas mengenai  Manusia sebagai akselerator pencapaian pembangunan kesehatan. Saya sudah tidak sabar mendengarkan beliau menyampaikan materi. Dari sekian banyak plenary yang diselenggarakan di seminar ini, plenary ini lah yang paling saya nantikan. Dan dari sekian banyak materi yang disampaikan oleh semua pembicara, materi dari Prof. Ascobat lah yang paling berkesan. Inilah bedanya ketika seorang Professor hebat mengajar selalu memberikan value di dalamnya tidak hanya mengajarkan teori tetapi juga mberikan inspirasi. You are truly great teacher, prof. Prof. Ascobat membuka ceramahnya dengan sebuah kalimat “Gnothi Seauton” apa arti dari kata itu?. Gnothi Seauton juga berarti Know Yourself atau Kenali dirimu. Sebelum jauh membicarakan apa yang kita bisa lakukan sebagai seorang ahli kesehatan masyarakat, kenali dulu siapa kita? Siapa public health itu? Sebuah pertanyaan yang memang 2-3 bulan ini tengah menghantui saya sebagai fresh graduate.

Kamis, 13 Februari 2014

Pantai di Balik Bukit " Menganti"


Pantai Menganti akhir-akhir ini cukup mendapat sorotan di dunia maya, bahkan menjadi hot thread di Kaskus. Pantai Menganti terletak di desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Pantainya yang putih menjadi salah satu daya tarik, namun yang menjadi sangat special dari pantai ini adalah panoramanya yang indah dimana pantai ini di kelilingi oleh bukit dan tebing. Jika teman-teman pernah nonton The Hobbit pasti ingat lokasi syuting di pantai yang dikelilingi lembah hijau berpantai dan tebing tinggi di Selandia Baru yang pasti bikin ngiler pengen kesana ya seindah itulah Pantai Menganti. Jadi tak perlu jauh-jauh ke Selandia Baru, datang saja ke Kebumen.
Pantainya The Hobbit di Selandia Baru

Pantai Menganti, di Kebumen, Indonesia